Depok, 12 Maret 2025 – Dalam rangka mendalami peran bisnis dalam menyelesaikan krisis iklim global, dosen dan mahasiswa dari Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (UNDIP) turut berpartisipasi dalam acara Global Network Week (GNW) ke-19 yang berlangsung pada tanggal 10 hingga 12 Maret 2025 di MM FEB Universitas Indonesia (UI). GNW tahun ini mengusung tema “A Path to Net Zero: Business Role in Helping Solve the Global Climate Crisis”.

 

Peserta dari MM FEB UNDIP

Undip mengirimkan tiga perwakilan dari MM FEB, yaitu Rifka Indi, S.E., M.S.M., seorang dosen yang memiliki keahlian dalam manajemen keberlanjutan, serta dua mahasiswa, Michael Ardian Laksana (Ketua Himpunan Mahasiswa Magister Manajemen / HIMMA) dan Salwa Salsabila Nurmasari (Wakil Ketua HIMMA). Mereka hadir untuk mempelajari berbagai perspektif dan praktek bisnis terkait dengan keberlanjutan dan transisi menuju net zero emissions, serta berbagi pengetahuan dengan peserta lain dari berbagai negara dan institusi.

 

Pembukaan dan Narasumber

Acara dibuka oleh Arief Wibisono Lubis, Ph.D, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. Dalam sambutannya, beliau menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, dan pemerintah dalam menghadapi krisis iklim. Pembukaan GNW dihadiri oleh berbagai narasumber, antara lain:

  • Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), yang membahas keterkaitan antara kemiskinan dan perubahan iklim.
  • Dr. Luky A. Yusgiantoro, Sekretaris Eksekutif SKK Migas, yang memberikan perspektif mengenai sektor energi dalam pencapaian net zero.
  • Sonny H. Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, yang menjelaskan bagaimana teknologi digital dapat mempercepat solusi keberlanjutan.
  • Yohana Keraf, Inisiator Kreatif Masyarakat, yang berbicara mengenai peran masyarakat dalam menciptakan kesadaran lingkungan.

Diskusi pada hari pertama ini dimoderatori oleh Prof. Irwan Adi Ekaputra, yang berhasil menggali pemikiran para pembicara mengenai langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan untuk menghadapi krisis iklim.

 

Hari Kedua

Pada hari kedua GNW, sesi dilanjutkan dengan fokus pada peran sektor industri dalam keberlanjutan:

  • Aldo Joson, Wakil Kepala Keberlanjutan PT. Riau Andalan Pulp and Paper, berbagi pengalaman dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam bisnis besar.
  • Suroso Isnandar, Direktur Risiko Manajemen PT. PLN Indonesia, membahas tantangan PLN dalam transisi energi dan pengelolaan risiko iklim.

Acara dimoderatori oleh Lukman Hanif Arbi, yang memimpin diskusi dengan cara yang interaktif, memberi ruang bagi pertanyaan dan refleksi dari para peserta.

 

Hari Ketiga

Pada hari terakhir, topik beralih ke kontribusi dunia akademis dan sektor perbankan dalam keberlanjutan:

  • Jatna Supriatna, dari Departemen Biologi dan Pusat Penelitian Perubahan Iklim FMIPA UI, menyampaikan penelitian mengenai perubahan iklim dan solusi berbasis sains.
  • Perwakilan dari BRI membahas peran sektor perbankan dalam mendanai proyek-proyek ramah lingkungan dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berfokus pada keberlanjutan.

Dengan keikutsertaan Rifka Indi, S.E., M.S.M. dan mahasiswa MM FEB UNDIP, acara ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam mengenai isu-isu perubahan iklim serta bagaimana dunia bisnis dapat berperan aktif dalam menghadapinya. Partisipasi ini juga menunjukkan komitmen UNDIP dalam mendorong pendidikan yang relevan dengan tantangan global, serta membentuk pemimpin yang peka terhadap isu keberlanjutan.

Melalui kegiatan seperti GNW, para peserta diharapkan dapat memperluas jaringan, mendapatkan inspirasi, serta merancang solusi yang dapat diimplementasikan dalam skala nasional maupun internasional untuk mendukung pencapaian tujuan net zero emissions.